Membuat desain studio musik di era digital mestinya menjadi hal mudah, banyak sekali sumber referensi yang bisa kita dapatkan. Sayangnya, kemudahan tersebut terkadang justru membuat kita bingung: desain seperti apa yang cocok untuk studio musik kita?
Namun, tidak perlu khawatir! Panduan berikut akan memudahkan Anda dalam mendesain studio musik impian Anda.
Tentukan Jenis Studio Musik Anda
Langkah paling awal sebelum membuat desain adalah menentukan apa jenis studio musik yang akan Anda buat. Setidaknya ada 3 jenis studio musik:
-
Rehearsal/band room
Rehearsal room atau band room adalah studio musik yang umum digunakan untuk latihan rutin. Terdiri dari berbagai alat musik yang Anda perlukan. Anda juga dapat melakukan rekaman di studio ini.
-
Control & mixing room
Control room & mixing room adalah studio khusus untuk mengontrol berbagai perangkat yang berada di rehearsal room dan recording studio. Di studio ini pula biasanya proses pembuatan lagu dan musik dilakukan.
Umumnya ukuran control dan mixing room lebih kecil dibandingkan rehearsal room karena perangkat yang dibutuhkan lebih sedikit dan minimalis. Berada pada ruangan tersendiri yang terpisah dari rehearsal room & recording room, dipisahkan oleh dinding dan kaca kedap suara.
-
Recording room
Recording room jarang ada kecuali pada studio profesional karena umumnya orang-orang tetap menggunakan rehearsal room untuk rekaman.
Recording room umumnya digunakan untuk rekaman vokal. Namun, bisa juga untuk rekaman alat musik tertentu yang perlu dimainkan tersendiri/terpisah dari instrument lainnya. Ukurannya juga lebih kecil dari rehearsal room.
Buat Daftar Kebutuhan Peralatan Studio Musik
Setelah menentukan jenis studio musik yang akan Anda buat, saatnya menentukan peralatan dan alat musik apa saja yang Anda butuhkan. Tujuan menentukan peralatan terlebih dahulu adalah agar dapat mengira-kira berapa luas ruang studio yang Anda butuhkan.
Sebenarnya Anda dapat melakukan langkah sebaliknya: memilih peralatan dan alat musik yang ukurannya sesuai dengan ukuran ruangan, tetapi hal ini lebih sulit dilakukan. Alat musik lazimnya memiliki ukuran yang itu-itu saja, Anda hanya dapat menyesuaikan ukuran sebagian kecil perangkat lainnya.
Jadi, langkah terbaik tetap tentukan dahulu perangkat dan alat musik apa saja yang Anda butuhkan dan berapa dimensi peralatan tersebut, lalu pilih ruangan dengan ukuran yang dapat mengakomodasi perangkat dan alat musik tersebut.
Hati-hati! Anda masih harus menyisakan ruang gerak pada studio musik. Pastikan ruang gerak membuat pengguna studio dapat berpindah dengan cukup leluasa.
Hati-Hati Memilih Bentuk Ruangan
Memilih ruangan yang cukup untuk mengakomodasi seluruh peralatan dan alat musik saja tidak cukup. Anda harus memerhatikan bentuk ruangan tersebut. Studio musik sebaiknya tidak berbentuk persegi (square) melainkan persegi panjang (rectangle).
Studio tidak boleh berbentuk persegi karena dapat mengakibatkan penumpukan gelombang suara dan frekuensi tertentu sehingga membuat hasil rekaman tidak akurat. Selain itu dapat menyebabkan pantulan bolak-balik yang membuat telinga akan cepat lelah.

Bagaimana jika hanya ada ruangan persegi?
Solusinya adalah dengan menambahkan dinding partisi sehingga ruangan berbentuk persegi panjang. Ruangan baru hasil dari partisi tersebut dapat digunakan sebagai control room/mixing room.
Anda bebas memilih di mana dinding pembatas tersebut akan dibuat: mana yang akan dijadikan control room dan mana yang akan dijadikan rehearsal room. Pikirkan secara matang karena akan memengaruhi desain studio musik secara keseluruhan.
Tentukan Lokasi Ruangan
Anda dapat memilih ruangan yang berada di lokasi manapun. Lantai atas atau lantai dasar. Namun, jika Anda memilih ruangan di lantai atas maka keenam permukaan ruangan harus dibuat kedap suara: plafon, empat sisi dinding (termasuk pintu dan jendela), dan lantai. Sementara jika ruangan berada di lantai dasar maka lantai tidak wajib dibuat kedap suara.
Kenapa demikian? Jika studio musik berada di lantai atas maka suara sudah pasti akan merambat ke ruangan bawah melalui lantai. Sementara jika studio berada di lantai dasar maka tidak ada ruangan lain di bawahnya.
Lantai pada ruangan dasar langsung bertemu dengan tanah, sementara lantai pada ruangan atas bertemu dengan ruang berudara. Suara lebih sulit “menyusup” ke lantai yang di bawahnya berupa tanah padat dIbandingkan ruangan berudara.
Selain itu alat musik dapat menyebabkan getaran. Lantai ruangan atas akan bergetar, mengakibatkan plafon ruangan bawah bergetar. Getaran dari plafon merambat ke bagian lain ruangan bawah.
Banyak masalah yang akan timbul jika studio musik berada di lantai atas, jadi jika ruangan berada di atas maka bagian lanai wajib dilengkapi dengan peredam suara dan getaran.
Sebelum Masuk Desain Layout, Jangan Lupakan Soundproofing
Sudah melakukan seluruh langkah di atas? Anda belum bisa langsung merancang tata letak studio musik. Masih ada satu hal lagi yang harus Anda perhatikan: soundproofing atau peredaman suara.
Peredaman suara dilakukan dengan “menanam” bahan-bahan peredam suara pada dinding, plafon, pintu, jendela, dan lantai. Bahan-bahan peredam tersebut harus dipasang menggunakan rangka (disarankan metal stud) dan ditutup dengan GRC board maupun gypsum board.
Penambahan material-material tersebut akan membuat ketebalan dinding, plafon, dan lantai bertambah. Artinya, ukuran ruangan Anda akan berkurang sekitar 10-15 cm (tergantung ketebalan bahan peredam suara dan material pendukung lain yang Anda gunakan).
Saatnya Mendesain Layout Studio
Sekarang saatnya Anda mengatur tata letak studio musik. Ketika membuat layout studio musik jangan lupa untuk memerhatikan ukuran nyata di lapangan. Berapa ukuran asli ruangan, alat musik, furniture, dan ruang gerak. Perhatikan juga ukuran pintu, jangan sampai pintu sulit dibuka dan ditutup.
Posisi stop kontak juga harus diperhatikan secara matang agar studio musik rapi, kabel-kabel tidak saling terikat seperti benang kusut.
Sentuhan Terakhir: Membuat Desain Studio Musik yang Sebenarnya
Apabila desain layout sudah selesai, langkah terakhir adalah membuat desain yang sebenarnya. Pilih warna dinding, lantai, dan plafon yang Anda inginkan. Tentukan bentuk furniture, desain lighting termasuk warna cahaya lampu, dan desain bagian lainnya. Kreasikan sesuka Anda.
Namun, ada satu catatan: Anda harus menambahkan panel-panel akustik untuk mengatasi berbagai masalah suara studio musik.
Anda tidak bisa asal memilih bentuk panel dan posisi pemasangan panel. Bentuk dan posisi panel harus sesuai dengan perhitungan fisika akustik. Kabar baiknya, warna panel tidak memengaruhi kinerjanya sehingga Anda bebas memilih warna panel-panel tersebut, sesuaikan dengan warna lain di dalam studio musik Anda.
Anda justru mengalami kesulitan di bagian ini karena bingung memadukan warna, memilih furniture, dan lighting? Temukan referensi desain studio musik di Instagram, TikTok, dan Youtube MyStudio Acoustic secara gratis.
Malas membuat desain sendiri atau tidak punya perangkat untuk membuat desain? Hubungi WhatsApp MyStudio dan dapatkan desain studio sesuai keinginan Anda dengan harga terbaik.